Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Januari 2012

ParadokSial #1

sementara di sana sang teman bercengkrama dalam ramai
kami tertunduk menunggu ikan dalam hening

Kamis, 06 Oktober 2011

Namun, Sekarang, Lalu Tuhan

Jika boleh ingin kuberhentikan waktu
Aku ingin kembali kanak hanya gendongan ibu yang menenangkan
Aku ingin kanak seperti dulu kakak menjadi kuda dalam gerak
Aku ingin menjadi kanak kala tangis pergi semua kembali indah

       NAMUN
Kanak bukan lagi untukku
Kala ibu takmampu lagi menggendong
Juga kakak menjadi kuda untuk anaknya sendiri

SEKARANG
Tangis hanya meredakan duka
Mengeluarkan amarah

       LALU TUHAN
Kuatkan tiap tegakku

Sengkol, 6 Oktober 2011-10-06
Kala segala kembali terulang

Minggu, 02 Oktober 2011

Pada Pundakmu


Sudah terlalu kau tanggung dunia di pundakmu
Kini bertambah lagi masih kau simpan pula di pundakmu
Hari ini kau bilang masih sanggup menahan
Tetapi, apakah besok kau pun masih sanggup menahannya?
            Kali ini kau mulai merasai
            Apakah kini kian kau rasai beban pada pundakmu?
                        “masih sanggup kutahan”
                        Ucapmu
Aku mendesah
Pasrah
Suatu hari,
Akan kuminta kau segera melepasnya
Dari pundakmu
Bukan karena kau taklagi sangggup.
Namun segala beban itu bosan di sana
Tak ada lagi yang mampu ia keruk
Tidak ada lagi daging ia gerogoti
            Dari tubuhmu.

12 september – 2 oktober 2011
Pada Pundakmu

Senin, 25 Juli 2011

Gugat

suatu malam gelap ia masih
juga bersujud
tapi pintu belum juga terbuka
haruskah kutunggu
ataukah kulupakan wajahmu